PEMBAGIAN FILSAFAT
•Tahap awal: Filsafat mencakup seluruh ilmu pengetahuan, lalu makin rasional dan sistematis.
•Pengetahuan manusia: makin luas dan bertambah banyak, tapi makin khusus sehingga disiplin ilmu memisahkan diri dari filsafat.
•Namun masalah pokok filsafat makin banyak, maka perlu dibagi sesuai kelompok permasalahan,
yang disebut cabang
filsafat.
TOKOH YANG BERJASA MEMBUAT PEMBAGIAN FILSAFAT
•Aristoteles: Fils. Spektulatif/Teoretis, praktika, produktif. Analitika dan Dialektika masuk dalam metode dasar bagi pengembangan filsafat.
![]() |
| Aristoteles |
![]() |
| Christian Wolff |
•Will
Durant
(The
Story of Philosophy,
1926): Logika, Estetika, Etika, Politika, Metafisika.
![]() |
| Will Durant |
•Eerste
Nederlandse
Systematich
Ingerichte
Encyclopaedie-ENSIE:
Metafisika, Logika, Epistemologi, Filsafat Ilmu, Fils. Naturalis, Fils. Kultural, Fils. Sejarah, Estetika, Etika, Fils. Manusia.
•The
World University Encyclopedia:
Sejarah filsafat, Metafisika, Epistemologi, Logika, Etika, Estetika.
EPISTEMOLOGI
•Etimologis: episteme (pengetahuan), logos
(kata, pikiran, percakapan, ilmu)
•Epistemologi: kata, pikiran, percakapan ttg pengetahuan atau ilmu pengetahuan.
•Pokok persoalan: sumber, asal mula, sifat dasar, batas, jangkauan, validitas.
JENIS PENGETAHUAN
•Pengetahuan memiliki subjek, yakni yang
mengetahui, dan objek yaitu sesuatu yang
ikhwalnya kita ketahui.
•Pengetahuan bertautan erat dengan kebenaran, krn demi
kebenaran pengetahuan eksis. Memang sulit mencapai seluruh kebenaran.
3 JENIS PENGETAHUAN
•Pengetahuan
biasa: pra-ilmiah, krn hasil pencerapan indrawi dan hasil pemikiran rasional yang masih harus diuji lebih lanjut kebenarannya.
•Pengetahuan
ilmiah: diperoleh lewat metode ilmiah dan dpt dijamin kepastian kebenarannya.
•Pengetahuan
filsafati: pemikiran resional yang
didasarkan pada pemahaman dan pemikiran logis, analitis dan sistematis.
SUMBER-SUMBER PENGETAHUAN
•Plato,
Descartes, Spinoza, Leibniz:
akal budi atau rasio.
![]() |
| Plato |
![]() |
| Descartes |
![]() |
| Spinoza |
![]() |
| Leibniz |
•Bacon,
Hobbes, Locke:
pengalaman inderawi. Seluruh ide,
konsep manusia berasal dari pengalaman, dan bersifat aposteriori.
![]() |
| Hobbes |
![]() |
| John Locke |
John
Locke: ide manusia berasal dari sensasi, refleksi terhadap ide sensatif itu.
•Immanuel
Kant:
Walau ide dan konsep apriori, ia bisa diaplikasikan bila ada pengalaman. Dkl: akal
budi manusia bisa berfungsi bila dihubungkan dengan pengalaman.
![]() |
| Immanuel Kant |
ADAKAH PENGETAHUAN YANG BENAR DAN PASTI??
= Penganut skeptisisme: segala sesuatu dapat saja disangsikan kebenarannya. Pegangannya ungkapan Sokrates: “Apa yang
saya ketahui ialah bahwa saya tidak mengetahui apa-apa”. Tidak ada pengetahuan yang
pasti.
= Phyrro
(365-275SM), pencipta skeptisisme sistematis pertama:
Kita harus senantiasa menyangsikan segala sesuatu, krn tidak ada yang
benar-benar dpt diketahui dg pasti.
![]() |
| Phyrro |
= J.
Wilkins
(1614-1672) dan J.
Glanvill
(1636-1680): membedakan pengetahuan tertentu yang
sempurna dan pengetahuan tertentu yang
sudah pasti. Tak seorg pun manusia dapat meraih pengetahuan sempurna krn kemampuan manusia telah cacat.
![]() |
| Wilkins |
= David
Hume
(1711-1776): serang dasar pengetahuan empiris. Tidak ada generalisasi pengalaman yang
dpt dibenarkan scr rasional. Generalisasi induktif bukan suatu
proses berpikir, tapi sekedar berharap.
![]() |
| David Hume |
= Thomas
Reid
(1710-1796): Menyanggah presuposisi sentral Hume
yang mengatakan bahwa kepercayaan kita yang
sangat mendasar harus dibenarkan oleh argumen rasional falsafati. Bukti rasional falsafati yang
dikehendaki Hume
sesungguhnya tidak pantas dan tidak tepat, krn argumen rasional falsafati akan terus menerus memerlukan argumen rasional falsafati tak
terbatas.
![]() |
| Thomas Reid |
= Albert
Camus
(1913-1960): Manusia berusaha menakar makna dari sesuatu yang
pada hakekatnya tak bermakna. Baginya, tidak ada makna, tidak ada pengetahuan yang
benar secara objektif.
![]() |
| Albert Camus |
KESAHIHAN PENGETAHUAN
- Teori
kesahihan
koherensi: proposisi diakui sahih bila ia memiliki hubungan dengan gagasan proposisi sebelumnya yang
sahih.
-Teori kesahihan
korespondensi: pengetahuan sahih, bila proposisi bersesuaian dengan realitas, punya kaitan erat dengan kepastian inderawi.
- Teori kesahihan
pragmatis: pengetahuan sahih bila proposisi punya kegunaan bagi yang
memiliki pengetahuan.
- Teori kesahihan
logikal: memiliki term
berbeda, tapi berisi informasi sama dan tak perlu dibuktikan lagi, mis. Siklus adalah lingkaran, lingkaran itu bulat.
=> Lingkaran bulat tak perlu dibuktikan kebenarannya.
METAFISIKA
•Etimologis: meta
ta physika = sesudah fisika. Istilah Andronikos dari
Rhodes untuk 14 buku Aristoteles yg ditempatkan sesudah fisika (8 buku). Aristoteles sendiri menyebut filsafat pertama (metafisika) dan filsafat kedua (fisika)
•Beragam
arti
metafisika
=upaya mengkarakterisasi realitas sbg keseluruhan.
=usaha menyelidiki apakah hakikat yg berada di balik realitas.
= (umum) pembahasan falsafati yg komprehensif mengenai seluruh realitas atau segala sesuatu yang
ada.
•Pembagian
metafisika: Metafisika umum (ontologi) dan metafisika khusus yg meliputi: kosmologi, teologi metafisik, fils. Antropologi.
METAFISIKA UMUM (ONTOLOGI)
•Membahas segala sesuatu yg
ada secara menyeluruh dg cara memisahkan eksistensi dari penampilann eksistensi itu.
•Tiga teori ontologis
=Idealisme: ada sesungguhnya berada di dunia ide,
yg tampak nyata dalam alam indrawi hanyalah bayangan dr yang
sesungguhnya. Tokohnya Berkeley
(1685-1753): satu-satunya realitas sesungguhnya ialah aku subjektif
spiritual. I.
Kant
(1724-1804): objek pengalaman ialah yg ada dalam ruang dan waktu, penampilan dr yang
tak punya eksistensi dan independen di luar pemikiran kita. Hegel
(1770-1831): segala sesuatu yang
ada adalah satu
bentuk dr satu pikiran.
=Materialisme: menolak hal yg tak kelihatan. Ada
yang sesungguhnya adalah yg keberadaannya semata-mata
material. Realitas ialah alam kebendaan. Leukippos
dan
Demokritos
(460-370sM): realitas bukan hanya satu tapi banyak unsur yg tak dpt dibagi
(atom). Hobbes
(1588-1679): seluruh realitas ialah materi yg tak bergantung pada pikiran kita. L.A.Feuerbach
(1804-1872): material adalah realitas sesungguhnya, manusia bagian dari alam meteri itu.
=Dualisme: tipe
fundamental substansi adalah materi (secara fisis) dan mental (tdk kelihatan scr fisis).
METAFISIKA KHUSUS (TEOLOGI METAFISIK)
•Kosmologi: (kosmos=dunia/ketertiban, logos=kata,
ilmu) percakapan ttg alam/ketertiban paling fundamental dr seluruh realitas.
Memandang alam sbg totalitas dr fenomena. Yg disoroti: ruang dan waktu, perubahan, kebutuhan, keabadian dg metode rasional.
•Teologi
metafisik: dikenal dg theodicea yg membahas kepercayaan pd
Allah di tengah realitas kejahatan yg merajalela di dunia.
Membahas eksistensi
Allah lepas dari kepercayaan
agama. Beberapa tokoh Anselmus,
Descartes, Thomas Aquinas, I.Kant membuktikan
Allah ada dg bukti rasional sbb
Argumen ontologis: semua manusia punya ide ttg Allah. Realitas lebih sempurna dr ide. Tuhan pasti ada dan realitas adanya pasti lebih sempurna dr ide manusia ttg Tuhan.
• Argumen kosmologis: setiap akibat pasti punya sebab. Dunia (kosmos) adalah akibat. Penyebab adanya dunia ialah Tuhan.
• Argumen teologis: Segala sesuatu ada tujuannya. Seluruh realitas tidak terjadi dengan sendirinya. Pengatur tujuan adalah Tuhan.
• Argumen moral:Manusia bermoral karena dpt membedakan yang
baik dan buruk. Dasar dan sumber moralitas adalah
Allah.
•Filsafat Stoa: panteistis – segala sesuatu dijadikan oleh kekuatan ilahi/kekuatan alam.
Spinoza melihat segala sesuatu yang
ada adalah
Allah. Skeptisisme sebaliknya meragukan adanya
Allah.
•David
Hume: Tidak ada bukti yang
benar-benar sahih yang
membuktikan
Allah ada.
Hume menolak
Allah dan kebenaran
agama.
![]() |
| D. Hume |
•Feuerbach:
religi tercipta oleh hakekat manusia sendiri, yakni egoisme.
![]() |
| Feuerbach |
•L.
Feuerbach: religi tercipta oleh hakikat manusia sendiri.
Allah adalah gambaran keinginan manusia.
Allah tak lain
dari apa yang
diinginkan manusia.
•F. Nietzche: Konsep
Allah dalam
agama kristen adalah buruk, karena
Allah dianggap sbg
Allah yang lemah. Ia berkesimpulan
Allah itu sudah mati.
![]() |
| F. Nietzche |
•Sigmund
Freud: tiga fungsi
Allah yang utama, yaitu
a) penguasa alam
b)
agama mendamaikan manusia dengan nasibnya yg mengerikan
c)
Allah menjaga agar
ketentuan/peraturan budaya dilaksanakan.
![]() |
| Sigmund Freud |
AKSIOLOGI
¡Aksiologi
berasal
dari
kata dalam
bahasa
Yunani,
yaitu
axios
dan
logos.
¡Axios
berarti
nilai
dan
logos berarti
ilmu.
¡Nilai
berkaitan
dengan
kegunaan.
¡Aksiologi
merupakan
cabang
Filsafat
yang mempertanyakan
bagaimana
manusia
menggunakan
ilmunya.
¡Aksiologi
sebagai
ilmu
yang
membicarakan
tujuan
ilmu
pengetahuan
itu
sendiri.
¡Surisumantri
menyatakan
bahwa
aksiologi
merupakan
teori
nilai
yang berkaitan
dengan
dengan
kegunaan
dari
pengetahuan
yang diperoleh.
¡Aksiologi
adalah kajian tentang kegunaan ilmu pengetahuan bagi kehidupan
manusia, kajian tentang nilai-nilai, khususnya etika.
¡Aksiologi
adalah bagian dari filsafat yang
menaruh perhatian tentang baik
dan buruk,
benar dan salah,
serta tentang cara dan tujuan dari
perbuatan manusia.
¡Aksiologi
merumuskan suatu teori yang konsisten mengenai perilaku
etis.
§Pengetahuan
manusia
itu
cukup
luas.
Pengetahuan
itu
diharapkan
memiliki
aspek
tepat
guna
bagi
pemiliknya.
¡Aksiologi
memberikan
jawaban
untuk
apa
pengetahuan
yang berupa
ilmu
itu
dipergunakan.
¡Nilai
yang dimaksud
dalam
aksiologi
dimaksud
adalah
sesuatu
yang dimiliki
manusia
untuk
melakukan
berbagai
pertimbangan
tentang
apa
yang dinilai.
FAKTA DAN NILAI
¡Aksiolog
membedakan “yang ada” dengan
nilai, membedakan
fakta dan nilai.
¡Untuk
menjelaskan
lebih
jauh
apa
nilai,
perlu
dibedakan
dengan
fakta.
Fakta
= sesuatu
yang ada
secara
nyata,
berlangsung
begitu
saja.
Sementara
nilai
sebagai
sesuatu
yg
berlaku,
sesuatu
yg
memikat/mengimbau
kita.
¡Nilai
berperanan
dalam
suasana
apresiasi,
sementara
fakta
ditemui
dalam
konteks
deskripsi.
Fakta
dapat
dilukiskan
secara
objektif.
Mis.
letusan
gunung
Merapi.
Letusan
bisa punya
nilai
bagi
seorang,
tdk
bagi
yg
lain.
¡Fakta
selalu
mendahului
nilai,
duluan
fakta
baru
penilaian
atas
fakta
tsb.
¡Maka,
ada
3 ciri-ciri nilai:
1) Nilai
berkaitan
dengan
subjek,
2)
Nilai
tampil
dlm
konteks
praktis,
3) Nilai
menyangkut sifat
yang ditambah
oleh
subjek
pd
sifat
yg
dimiliki
oleh
objek.
¡Macam-macam nilai:
1) nilai
ekonomis:
hukum
ekonomi,
2) nilai
estetis:
saat
menikmati
lukisan,
atau
lagu
yang indah.
NILAI MORAL
¡ Apa
yg membuat
suatu
nilai
menjadi
nilai
moral?
Setiap
nilai
memperoleh
bobot
moral bila
diikutsertakan
dlm
tingkah
laku
moral. Kejujuran
sbg
nilai
moral menjadi
kosong,
bila
tdk
diikutsertakan
dg nilai lain seperti
nilai
ekonomis.
¡Nilai
dibagi
dlm
4
kelompok:
1)
Nilai
yg
menyangkut
kesenangan
dan
ketidaksenangan
terdapat
dalam
objek
yg
perpadanan
dengan
makluk
punya
indera.
2) Nilai-nilai
vitalitas
- perasaan
halus,
kasar, luhur
dll,
3)
nilai
rohani
spt
nilai
estetis
(bagus
jelek)
benar
salah
(tidak
terikat
pada
permasalah
inderawi),
4)
Nilai
Religius
spt
yg
kudus dan
tidak
kudus menyangkut
objek
absolut.
¡Ada
suatu
hirarki
dari
pengelompokkan
4 nilai
tersebut:
nilai
vital lebih
tinggi
dr
nilai
kesenangan,
nilai
rohani
lebih
tinggi
dr
nilai
vital, dst.
¡Ciri-ciri nilai
moral:
1) Berkaitan
dengan
tanggung jawab
kita
sebagai
manusia.
Nilai
moral bs
diwujudkan
dlm
perbuatan yg sepenuhnya
jd
tanggungjawab.
2) Berkaitan
dengan hati
nurani,
3) Mewajibkan,
misal :
nilai
moral mewajibkan
secara absolut,
4) Bersifat
formal: tdk
ada
nilai
moral yg
‘murni’
terlepas
dari
nilai
lain.
¡Nilai
moral memiliki
kekuatan
besar
yg
memaksa
utk
menerimanya,
walaupun
bertentangan
dg hasrat
kecenderungan
dan
kepentingan
pribadi
kita.
NILAI SEBAGAI KUALITAS TIDAK RIIL
¡ Nilai
itu
tdk
ada
utk
dirinya
sendiri.Nilai
butuh
pengemban
utk
berada.
Nilai
tampak
pd
kita
seolah2 hanya
merupakan
kualitas
dari
pengemban
nilai:
keindahan
dr
lukisan,
kegunaan
dr
sebuah
peralatan.
¡ Jadi,
nilai
itu
bukan
merupakan
benda
atau
unsur
dari
benda,
melainkan
sifat,
kualitas
yang
dimiliki
objek
tertentu
yg
dikatakan
‘baik’.
PEMBAGIAN AKSIOLOGI
¡Aksiologi
dibagi
dalam
dua
bagian,
yaitu:
1) Etika
(Filsafat
Etika)
2) Estetika
(Filsafat
keindahan).
¡Etika
mengkaji
tentang
prinsip-prinsip
dan
konsep-konsep
yang mendasari
penilaian
terhadap
perilaku
manusia.
¡Contohnya
tindakan
yang membedakan
benar
salah
menurut
moral, putusan
moral bertindak
sewenang-wenang
atau
bertindak
sekehendak
hati.
¡Etika
digunakan
untuk
membedakan
hal-hal,
perbuatan-perbuatan,
atau
manusia-manusia
lainnya.
¡Etika
sebagai
filsafat
yang memuat
pendapat,
norma,
dan
istilah
moral.
¡Etika
sebagai
aturan
sopan
santun
dalam
pergaulan.
¡Estetika
mengkaji
tentang
prinsip-prinsip
yang mendasari
penilaian
atas
berbagai
bentuk
seni,
yang mengkaji
apa
tujuan
seni,
apa
peranan
rasa dalam
pertimbangan
estetika,
bagaimana
kita
bisa
menganal
karya
besar
seni.
¡Estetika
berkenaan
dengan
nilai
tentang
pengalaman
keindahan
yang dimiliki
manusia
terhadap
lingkungan
dan
fenomena
di sekelilingnya.
OBJEKTIVITAS DAN SUBJEKTIVITAS NILAI
¡Nilai
itu
kadang-kadang
bersifat
obyektif,
namun
kadang-kadang
bersifat
subyektif.
¡Dikatakan
obyektif
apabila
nilai-nilai
tidak
tergantung
pada
subyek
atau
kesadaran
yang menilai.
¡Tolak
ukur
suatu
gagasan
berada
pada
obyeknya
bukan
pada
subyek
yang melakukan
penilaian.
¡Kebenaran
tidak
tergantung
pada
kebenaran
pada
pendapat
individu
melainkan
pada
obyektivitas
fakta.
¡Nilai
menjadi
subyektif
apabila
subyek
berperan
dalam
memberikan
penilaian,
kesadaran
manusia
menjadi
tolak
ukurnya.
¡Dengan
demikian,
nilai
subyektif
selalu
memerhatikan
berbagai
pandangan
yang dimiliki
akal
budi
manusia,
seperti
perasaan
yang akan
mengasah
kepada
suka
atau
tidak
suka,
senang
atau
tidak
senang.
PERANAN NILAI BAGI KITA
1.Nilai
merupakan objek
sejati bagi
tindakan manusia.
2.Nilai
mengarahkan manusia
dan memberi
daya tarik
bagi manusia
dalam membentuk
dirinya melalui
tindakan-tindakannya.
3.Menata
hubungan sosial
dalam masyarakat.
4.Memperkuat
identitas kita
sebagai manusia.
(Sumber : Slide Power Point dari Bapak Dr. Mikha Agus, S.Th, M.Pd)

























8 komentar:
Hello Christina,blog kamu udah bagus. Kalo aku disuruh kasih nilai post ini. Nilai kamu 88. Good Job
Blog nya baguuss bngeett. Gue kasi nilai 99
Tina point point nya mudah dimengerti, ada gambar tokohnya juga jadi lebih menarik contoh2nya mempermudah juga. Gue kasih nilai 89 yaa:)
Makasih cynthiaa:)
Wisss makasih binar wkwk
Makasih dewinaa :*
nice post tin.. 89 yahhh
Thankss siscaa :')
Posting Komentar