Pengantar
Musik kini telah menjadi suatu kebutuhan karena merupakan
sebuah sarana untuk mengekspresikan diri. Maka tidaklah heran apabila musik
disukai oleh siapa saja, termasuk anak-anak. Berbagai karya sastra dan laporan penelitian tentang peran musik terhadap perkembangan
psikologis anak membuat orangtua semakin menyadari manfaat pendidikan musik
bagi anak-anaknya. Musik merupakan faktor yang mempengaruhi proses perkembangan
kognisi, mental, sosial, emosi, dan dapat menstimulus pikiran. Anak yang
mendengarkan musik akan terinspirasi untuk menyanyi, sehingga kemampuan
mengapresiasi musik terlatih dan mendapat manfaat positif.
Pengertian Musik
Pengertian musik menurut Aristoteles. “Musik mempunyai kemampuan
mendamaikan hati yang gundah, mempunyai terapi kreatif dan menumbuhkan jiwa
patriotisme, serta sebagai bahasa nurani yang menghubungkan pemahaman dan pengertian
antar manusia pada sudut-sudut ruang dan waktu dimanapun kita berada” (Rasyid,
2010, h. 13).
Pengertian musik menurut Monty P.
Satiadarma. “Musik
adalah saksi kehidupan manusia dan menikmati musik sama halnya dengan mengikuti
narasi sejarah kehidupan manusia” (Satiadarma, 2002, h. 12).
Pengertian musik menurut Damasio.
“Music means different things to different people, and what is music to one
person might be noise to another. Therefore, the actual definition of music is
somewhat arbitary although it can be identified as having at least six distinct
attributes” (Schneck & Berger, 2006, h. 31).
Dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan musik adalah seni yang
mengalir dalam diri setiap orang yang mengandung
irama, lagu, dan keharmonisan guna perkembangan kognisi, mental, sosial, emosi, dan
menstimulus pikiran.
Manfaat
Menstimulasi Anak Dengan Musik Sejak Dalam Kandungan
Musik dapat mencerdaskan janin. Menurut Ortiz (2002) contoh
lain yang dapat meningkatkan kemampuan seorang anak, antara lain: (a) menyanyi,
anak mendapatkan rangsangan verbal untuk perkembangan bahasanya dan
meningkatkan kreativitas anak; (b) mengeksplorasi sumber bunyi, anak akan lebih
kaya penginderaannya atas bunyi yang dihasilkan, sekaligus belajar tentang
sebab-akibat atas aksinya terhadap instrumen tersebut, dan bunyi yang terjadi;
(c) rujukan ekstra musikal, membuat anak mengasosiasikannya dengan
kegiatan-kegiatan tertentu dan nilai-nilai dalam kehidupan; (d) setting fisik
dan atmosfer, membantu anak untuk dapat mendengarkan dan menikmati musik dengan
nyaman; dan (e) penuh ide dan kreatif, dapat menstimulasi sistem pendengaran
dan berpengaruh positif pada respons mereka terhadap musik.
Menumbuhkan kecerdasan terhadap alam. Menurut Campbell (2002) bahwa seluruh aktivitas intelektual tergantung pada
suatu bagan yang disebut faktor orang tua kepada anak dalam memperkenalkan
musik. Karakter musik anak sesuai dengan hakikat perkembangannya anatara lain:
(a) fisik (gerak psikomotorik); (b) pikir (pola dan bentuk); (c) rasa
(ungkapan); dan (d) minat (hal menarik).
Mengekspresikan kreativitas anak.
“Kreativitas anak adalah aktivitas kognitif yang menghasilkan cara pandang baru
terhadap suatu masalah atau situasi” (Csikszentmihalyi, dikutip dalam Rasyid,
2010, h. 103). Menurut Nursisto dikutip dalam Rasyid (2010) terdapat beberapa
komponen pokok dalam kreativitas yang dapat dijelaskan sebgai berikut: (a)
aktivitas berpikir; (b) menemukan gagasan yang baru; dan (c) sifat baru atau
orsinal.
Meningkatkan perkembangan motorik anak. Menurut
Soemiarti Padmonodewo (2000), ia menjelaskan bahwa karakteristik perkembangan
anak usia dini, yaitu: (a) perkembangan jasmani, relasi yang tetap dalam perkembangan
tulang dan jaringan dengan terus bertambahnya berat dan kekuatan badan; (b)
perkembangan kognitif, anak mulai
menerima berbagai rangsangan yang masih terbatas,
pola pikirnya masih bersifat statsi, dan masih belum mampu untuk berpikir
secara abstrak; (c) perkembangan
bahasa, anak sudah mampu membuat
sebuah kalimat, satu atau dua kata dalam percakapannya dengan orang lain, dan
memiliki kemampuan bahasa sesuai dengan peraturan tata bahasa yang baik dan
benar; dan (d) perkembangan emosi dan
sosial, anak sudah mulai lepas dari
orangtuanya, mampu bergerak bebas, dan berhubungan dengan lingkungan, sehingga
dapat menimbulkan inisiatif pada diri anak.
Pengaruh
Musik Terhadap Kehidupan Anak pada Usia di Bawah Lima Tahun
Musik berpengaruh terhadap psikologi anak. Musik dapat mempengaruhi perkembangan
IQ (Intelligent Quotien) dan EQ (Emotional Quotien). Musik yang memiliki
irama dan nada teratur, dapat meningkatkan kecerdasan emosional dan intelegensi
seorang anak. Selain itu, meningkatkan tingkat kedisiplinan, perkembangan otak,
pembentukan jiwa, karakter, bahkan raga manusia (Rasyid, 2010).
Musik berpengaruh terhadap perkembangan
otak anak. Secara
psikologis musik berhubungan dengan berbagai berbagai fungsi psikis manusia
seperti persepsi, abstraksi, mood, dan
berbagai fungsi psikologis lainnya.
Musik juga sering dianggap dapat
menghindarkan orang dari perbuatan jahat. Cervantes dalam Do Quixote menegaskan "where
there's music there can be no evil". Di sini musik jelas
dipandang berpengaruh, membawa orang pada kebaikan (Campbell, 2002).
Musik menstimulus otak kanan anak. Otak
distimulus alunan musik klasik yang mengharuskan kita memikirkan langkah alunan
musik klasik yang memang sulit ditebak, sehingga musisi musik klasik mempunyai
kecerdasan di atas rata-rata. Penelitian lain mengungkapkan bahwa, suara ibu lebih
bisa diterima dengan jelas ketimbang suara-suara lain yang berasal dari dunia
luar dan musik klasik dapat merangsang otak janin, sehingga menimbulkan gerakan
motorik tertentu pada janin dan bayi yang baru lahir dan janin dapat bergerak berubah-ubah
sesuai besar-kecilnya volume serta jenis musiknya (Ortiz, 2002).
Jenis-Jenis Musik yang Mencerdaskan
Anak
Jenis-jenis musik
yang mencerdaskan anak menurut Merritt (2003) antara lain: (a) musik bertema
trance, jenis musik yang mengandung ungkapan rasa ceria yang luar biasa; (b)
berirama melankolis, dalam kondisi normal bisa mengurangi rasa sakit dan nyeri,
sedangkan didengar saat sedih dapat mempermudah seseorang untuk menahan rasa
duka; (c) bertema semangat, jenis musik yang dapat membangkitkan reaksi kuat
dan cepat disertai tanggapan fisiologis; (d) bernada ceria, meningkatkan gairah
hidup dan memunculkan perasaan positif; (e) musik relaksasi, meningkatkan
konsentrasi dan menyeimbangkan emosi; (f) musik klasik, meningkatkan fungsi
otak dan intelektual manusia secara optimal; dan (g) musik rakyat, membuat anak-anak
akan semakin berpikir ke depan.
Peran
Orangtua Dalam Melatih Kecerdasan Anak Melalui Musik
Mengenali perkembangan kecerdasan anak. Sebagai orang tua mengetahui
potensi yang terdapat dalam diri anak, yaitu sesuatu yang terkait dengan
kecerdasan emosionalnya. Salah satu cara untuk memupuk kecerdasan tersebut
adalah melalui musik. Dengan musik, anak bisa lebih mudah mengontrol dirinya,
tetapi terlebih dahulu kita mengenal beberapa hal yang berkaitan dengan
kecerdasan emosional anak, pola pikir, dan perilaku anak lewat sentuhan musik
(Merritt, 2003).
Mengajak anak bernyanyi tanpa iringan
musik.
Lingkungan menjadi peran paling penting dan utama dalam pembentukan emosional
anak. Salah satunya peran penting orang tua di dalam sebuah keluarga adalah
akan membentuk “produk” emosional seorang anak yang akan berpengaruh besar pada
perilakunya sehari-hari (Ortiz, 2002).
Mengajak anak bernyanyi dengan iringan
musik. Musik
dengan nyanyian dapat menyalurkan, mengendalikan, menimbulkan perasaan tertentu
seperti rasa senang, lucu, haru, dan kagum. Hal ini sangat erat kaitannya
dengan perkembangan emosi dan perkembangan psikomotorik anak (Ortiz, 2002).
Memproduksi bunyi-bunyian lewat instrumen.
Tepukan
tangan, hentakan kaki atau pukulan tangan pada anggota badan yang tak lain
merupakan pengiring ritmik yang memberikan nuansa tertentu. Dengan memainkan
instrumen anak akan mengungkapkan ekspresinya melalui alat musik tersebut
(Campbell, 2002).
Melatih gerak. Adanya aktivitas dilakukan setelah ada
dorongan batin dan perasaan yang disebut dengan gerak. Aktivitas gerakan dapat
timbul setelah seseorang mendengarkan lagu atau nyanyian. Sehingga terdapat
istilah Music and movement yang
memegang peranan penting dalam proses menumbuh-kembangkan seorang anak. Musik
dapat memperkaya kehidupan rohani dan memberikan keseimbangan hidup bagi anak
(Rasyid, 2010).
Simpulan
Musik adalah seni yang mengandung tempo, irama, lagu, dan keharmonisan yang dapat
mengembangkan
kognisi, mental, sosial, emosi, dan menstimulus pikiran anak pada usia di bawah
lima tahun. Musik dapat mempengaruhi emosi,
kecerdasan intelektual, pengaruh psikologis anak, serta melatih otak kanan. Dianjurkan untuk menstimulasi
anak dengan musik sejak dalam kandungan yang dapat membantu perkembangan
kreativitas anak, perkembangan motorik, serta kecerdasan terhadap alam sekitar.
Jenis musik juga berpengaruh pada
perkembangan anak dan perkembangan intelektualnya sebab jenis musik memiliki
makna dan memberikan efek bagi tiap individu. Irama, melodi dan frekuensi
tinggi dari komposisi musik klasik merangsang dan menguatkan wilayah kreatif dan
motivasi di otak, sehingga orangtua sangat berperan dalam melatih kecerdasan
anak melalui musik.
DAFTAR
PUSTAKA
Campbell,
D. (2002). Efek mozart: Memanfaatkan
kekuatan musik untuk mempertajam pikiran, meningkatkan pikiran, meningkatkan kreativitas,
dan menyehatkan tubuh. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Merritt,
S. (2003). Simfoni otak: 39 aktivitas
musik yang merangsang IQ, EQ, SQ, untuk membangkitkan kreativitas dan imajinasi.
Bandung: Kaifa.
Ortiz,
J. M. (2002). Menumbuhkan anak-anak yang
bahagia, cerdas, dan percaya diri dengan musik. Jakarta: Gramedia Pustaka
Utama.
Padmonodewo,
S. (2000). Pendidikan anak pra sekolah.
Jakarta: Rineka Cipta.
Rasyid,
F. (2010). Dalam M. Sukma (Ed.), Cerdaskan
anakmu dengan musik. Jogjakarta: DIVA Press.
Satiadarma,
M. P. (2002). Terapi musik. Jakarta:
Milenia Populer.
Schneck,
D. J., & Berger, D. S. (2006). The
music effect: Music physiology and clinical applications. Philadelphia, PA:
Jessica Kingsley Publishers.
Oleh:
Christina Giovany
705140170
Kelas C





