Yuhuuu.. Hari ini dapat materi tentang etika
dan filsafat manusia lohhh.. Penasaran kan
teman-teman?? Monggo dibaca dan komen
yuk! :)
ETIKA DAN MORAL
·
Etika sbg
cabang filsafat juga disebut filsafat moral (moral philosophy). Secara
etimologis, etika berasal dari kata Yunani=Ethos: watak.
Sedangkan moral
berasal dari kata Latin: Mos (tunggal), moris (jamak) artinya
kebiasaan. Jadi etika atau moral dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai
kesusilaan.
Obyek material dari etika adalah tingkah laku atau perbuatan
manusia. Perbuatan dimaksudkan di sini adalah yang dilakukan secara bebas dan
sadar. Obyek formal dari etika adalah kebaikan dan keburukan atau bermoral dan
tidak bermoral dari tingkah laku tersebut.
APAKAH ETIKA ITU?
• Bertens ; Etika berasal dari bahasa Yunani kuno ethos dlm bentuk tunggal, artinya adat kebiasaan, adat istiadat, akhlak yang baik.
Dari asal usul kata; Etika berarti ilmu
tentang apa yang biasa dilakukan atau ilmu tentang adat kebiasaan.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia
• Kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan
akhlak;
• Nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu
golongan atau masyarakat
Menurut Bertens
1.
Nilai-nilai
dan norma-norma moral yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok
dalam mengatur tingkah lakunya. Disebut juga sebagai “sistem nilai” dalam hidup
manusia perseorangan atau hidup bermasyarakat. Misal: Etika orang Jawa.
2.
Kumpulan
asas atau nilai moral. Yang dimaksud disini adalah kode etik, misal : Kode Etik
Advokat Indonesia, Kode Etik Notaris Indonesia.
3.
Ilmu tentang
yang baik atau yang buruk. Artinya sama dengan filsafat moral.
ETIKA DIBEDAKAN MENJADI 2
• ETIKA PERANGAI
Adat istiadat atau kebiasaan yang
menggambarkan perangai manusia dalam hidup bermasyarakat di daerah-daerah
tertentu, pada waktu tertentu pula. berlaku karena disepakati masyarakat
berdasarkan hasil penilaian perilaku. Contoh: berbusana adat, pergaulan
muda-mudi, perkawinan semenda, upacara adat.
• ETIKA MORAL
Berkenaan dengan kebiasaan berperilaku
baik dan benar berdasarkan kodrat manusia. Apabila dilanggar timbul kejahatan,
yaitu perbuatan yang tidak baik dan tidak benar. Kebiasaan ini berasal dari
kodrat manusia yang disebut moral.Contoh: berkata dan berbuat jujur, menghargai
hak orang lain, menghormati orang tua atau guru, membela kebenaran dan
keadilan, menyantuni anak yatim-piatu
ARTI DAN MAKNA
n Arti
Etika
n Objek
Etika
n Etika
sebagai cabang filsafat
n Etika dan
Moral
n Amoral
dan Immoral
n Etika dan
Etiket
n Etika dan
Hukum
n Etika dan
Agama
ARTI ETIKA
• Etika sebagai ilmu
“Ilmu tentang apa yang baik dan apa yang
buruk dan tentang hak dan kewajiban moral.”
• Etika sebagai kode etik
“Kumpulan asas atau nilai yang berkenaan
dengan akhlak.”
• Etika sebagai sistem nilai
“Nilai mengenai benar-salah yang dianut
oleh suatu golongan atau masyarakat.”
OBYEK MATERIAL & OBYEK FORMAL ETIKA
• Objek material = suatu hal yang dijadikan sasaran pemikiran, suatu
hal yang diselidiki, atau suatu hal yang dipelajari. Objek material bisa
bersifat konkret atau abstrak.
• Objek formal = cara memandang atau meninjau yang dilakukan seorang
peneliti/ ilmuwan terhadap objek materialnya serta prinsip-prinsip yang
digunakannya.
• Objek material etika =
tingkah laku atau perbuatan manusia (perbuatan yang dilakukan secara sadar dan
bebas).
• Objek formal etika = kebaikan dan keburukan, bermoral tidak
bermoral dari tingkah laku tersebut. (Perbuatan yang dilakukan secara tidak
sadar atau tidak bebas, tidak dapat dikenakan penilaian bermoral atau tidak
bermoral).
ETIKA SEBAGAI CABANG FILSAFAT
• Etika merupakan cabang filsafat yang mengenakan
refleksi dan metode tugas manusia dalam upaya menggali nilai-nilai moral, atau
menerjemahkan pelbagai nilai itu ke dalam norma-norma, lalu menerapkannya pada
situasi kehidupan konkret.
• Sebagai ilmu, etika mencari kebenaran; sebagai
filsafat, etika mencari keterangan (dan kebenaran) yang sedalam-dalamnya.
Sebagai tugas, etika mencari ukuran tentang baik-buruknya tingkah laku manusia.
BERDASAR KAJIAN ILMU
1. Etika Normatif: mempelajari
secara kritis dan metodis norma-norma yang ada, untuk dapat norma dasar yang
dapat dipertanggungjawabkan. Maka sebagai ilmu, etika bersifat kritis dan
metodis.
2.Etika Fenomenologis: mempelajari secara kritis dan metodis gejala-gejala
moral seperti suara hati kesadaran moral, kebebasan, tanggung jawab,
norma-norma, dsb.
TUJUAN BELAJAR ETIKA
• Untuk menyamakan persepsi tentang penilaian
perbuatan baik dan perbuatan buruk bagi setiap manusia dalam ruang dan waktu
tertentu
• Sebagai ilmu,
etika bersifat kritis dan metodis.
SISTEMATIKA ETIKA
De Vos (1987)
ETIKA:
• Etika Deskriptif
1. Sejarah Kesusilaan
2. Fenomenologi
Kesusilaan
• Etika Normatif
K. Bertens (1993):
ETIKA:
• Etika Deskriptif
• Etika Normatif
1. Etika Umum
2. Etika Khusus
• Metaetika
Franz Magnis-Suseno
(1991)
ETIKA:
• Etika Umum
• Etika Khusus
- Etika Individividual
- Etika Sosial: - Sikap terhadap sesama
- Etika keluarga
- Etika profesi
: -biomedis
- bisnis
- hukum
- ilmu pengetahuan
- dll
- Etika politik
- Etika lingkungan hidup
- Kritik ideologi-ideologi
FENOMENOLOGI KESUSILAAN
Fenomenologi = fenomenon + logos
Fenomenon = sesuatu
yang tampak, yang terlihat karena bercahaya
(sering disebut gejala)
Logos = uraian, percakapan
Fenomenologi: Uraian atau percakapan tentang fenomenon atau sesuatu yang sedang
menampakkan diri, atau sesuatu yang sedang menggejala.
• Fenomenologi kesusilaan mencari makna kesusilaan
dari gejala-gejala kesusilaan; artinya, ilmu pengetahuan ini melukiskan
kesusilaan sebagaimana adanya, mempertanyakan apakah yang merupakan hakikat
kesusilaan.
• Ciri pokok fenomenologi adalah menghindarkan
pemberian tanggapan mengenai kebenaran.
ETIKA NORMATIF
• Etika normatif
tidak lagi berbicara tentang gejala-gejala, tetapi tentang apa yang seharusnya
dilakukan. Dalam etika normatif, norma-norma dinilai dan sikap manusia ditentukan.
METAETIKA
Meta (Yunani) = “melebihi”, “melampaui”,“setelah”, “di luar”,
“tentang”. (metabahasa =
bahasa yang dipakai dalam berbicara tentang bahasa).
• Istilah metabahasa
diciptakan untuk menunjukkan bahwa yang dibahas bukanlah moralitas secara
langsung, melainkan ucapan-ucapan di bidang moralitas.
• Metabahasa
bergerak pada taraf lebih tinggi daripada perilaku etis, yaitu pada taraf
“bahasa etis” atau bahasa yang digunakan di bidang moral.
ETIKA UMUM
• Etika umum mempertanyakan prinsip-prinsip dasar
yang beraku bagi segenap tindakan manusia.
• Tema-tema yang menjadi penyelidikan etika umum:
- Apakah norma etis itu? Jika ada banyak
norma etis,
bagaimana hubungannya satu sama lain?
- Mengapa norma moral mengikat kita?
Apakah nilai
itu dan apakah kekhususan nilai moral?
- Bagaimana hubungan tanggung jawab
manusia dan
kebebasannya? Dapatkah dipastikan bahwa manusia
sungguh-sungguh bebas.
- Apakah yang dimaksud dengan hak dan
kewajiban?
Bagaimana kaitannya satu sama lain?
ETIKA KHUSUS
·
Etika khusus
membahas prinsip-prinsip moral dasar itu dalam hubungan dengan kewajiban
manusia dalam pelbagai lingkup kehidupannya; atau, etika khusus menerapkan
prinsip-prinsip dasar pada setiap bidang kehidupan manusia. Karena
sifatnya “menerapkan”, etika khusus ini bisa juga dikatakan sebagai “etika
terapan
PENJABARAN
ETIKA UMUM
·
Berbicara
mengenai kondisi-kondisi dasar, teori-teori etika dan prinsip-prinsip moral
dasar yang menjadi pegangan bagi manusia dalam bertindak serta tolak ukur dalam
menilai baik atau buruknya suatu tindakan.
ETIKA KHUSUS
·
merupakan penerapan
prinsip-prinsip moral dasar dalam bidang kehidupan yang khusus
ETIKA KHUSUS dibagi lagi
menjadi dua
bagian :
•
Etika
individual, yaitu menyangkut kewajiban dan sikap manusia terhadap dirinya sendiri.
•
Etika
sosial, yaitu berbicara mengenai kewajiban, sikap dan pola perilaku manusia sebagai anggota umat manusia.
PROFESI
•
Pekerjaan yg
mengandalkan ketrampilan dan keahlian khusus. Pekerjaan yg
dilakukan sebagai sumber utama nafkah hidup dg keterlibatan pribadi yg mendalam
dalam menekuninya.
•
Pekerjaan yg
menuntut pengembangan untuk terus menerus memperbaharui pengetahuan dan
ketrampilan sesuai perkembangn teknologi.
ETIKA PROFESI
Etika Profesi adalah : Etika
sosial yg menyangkut hubungan antar manusia dalam satu lingkup profesi dan
masyarakat pengguna profesi tersebut.
CIRI-CIRI ETIKA PROFESI
Secara umum ada beberapa ciri atau sifat yang
selalu melekat pada profesi, yaitu :
•
Adanya
pengetahuan khusus,
Biasanya
keahlian dan keterampilan ini dimiliki berkat pendidikan, pelatihan dan
pengalaman yang bertahun-tahun.
•
Adanya
kaidah dan standar moral yang sangat tinggi.
Hal
ini biasanya setiap pelaku profesi mendasarkan kegiatannya pada kode etik
profesi.
•
Mengabdi
pada kepentingan masyarakat,
artinya
setiap pelaksana profesi harus meletakkan kepentingan pribadi di bawah
kepentingan masyarakat.
•
Ada izin
khusus untuk menjalankan suatu profesi.
Setiap
profesi akan selalu berkaitan dengan kepentingan masyarakat, dimana nilai-nilai
kemanusiaan berupa keselamatan, keamanan, kelangsungan hidup dan sebagainya,
maka untukmenjalankan suatu profesi harus terlebih dahulu ada izin khusus.
•
Menjadi
anggota dari suatu profesi.
PRINSIP-PRINSIP ETIKA PROFESI :
1. Tanggung jawab
• Terhadap
pelaksanaan pekerjaan itu dan terhadap hasilnya.
• Terhadap
dampak dari profesi itu untuk kehidupan orang lain atau masyarakat pada
umumnya.
2. Keadilan.
Prinsip ini menuntut kita untuk memberikan
kepada siapa saja apa yang menjadi haknya.
3. Otonomi.
Prinsip ini menuntut agar setiap kaum
profesional memiliki dan di beri kebebasan dalam menjalankan profesinya.
KODE ETIK
• Kode etik yaitu
norma atau azas yang diterima oleh suatu kelompok tertentu sebagai landasan
tingkah laku sehari-hari di masyarakat maupun di tempat kerja.
TUJUAN KODE ETIK
1. Untuk menjunjung
tinggi martabat profesi.
2. Untuk menjaga
dan memelihara kesejahteraan para anggota.
3. Untuk
meningkatkan pengabdian para anggota profesi.
4. Untuk
meningkatkan mutu profesi.
5. Untuk
meningkatkan mutu organisasi profesi.
6. Meningkatkan
layanan di atas keuntungan pribadi.
7. Mempunyai
organisasi profesional yang kuat dan
terjalin erat.
8. Menentukan baku
standarnya sendiri.
ALIRAN DALAM ETIKA
• Eudemonisme:
(Yunani= eu+daimon= roh atau semangat yang baik). Pandangan aliran ini
menekankan bahwa kebaikan tertinggi manusia terletak pada kebahagiaan atau
situasi yang secara umum baik. Mereka
meyakini hal2 berikut:
a. adanya suatu skala nilai-nilai, asas-asas moral
atau aturan2 bertindak (code of conduct)
b. lebih menguntungkan hal2 yg bersifat spiritual
atau mental daripada yg bersifat inderawi/ kebendaan
c. lebih mengutamakan kebebasan moral daripada
ketentuan kejiwaan atau alami.
d. lebih mengutamakan hal yg umum daripada yang khusus.
ALIRAN PEMIKIRAN ETIKA
Hedonisme (Yunani = hedone: kenikmatan
atau yang menyenangkan). Kebaikan manusia menurut kaum hedonis terletak
dalam kenikmatan dan kesenangan yang menjadi tujuan hidup manusia. Aliran ini
menganjurkan manusia untuk mencapai kebahagiaan yang didasarkan pada
kenikmatan, kesenangan.
Aliran hedonisme menyatakan bahwa kesenangan/ kebahagiaan adalah tujuan hidup
manusia oleh karena itu reguklah kenikmatan selama masih bisa direguk. Padahal
mereka lupa bahwa kegembiraan pikiran lebih tinggi daripada kenikmatan jasmani.
• Egoisme:
kesenangan dan kebaikan diri sendiri
menjadi target usaha seseorang dan bukan kebaikan orang lain.
• Utilitarianisme: (Latin:
uti, usus sum= menggunakan atau utilis= yang berguna). Kesenangan atau kenikmatan manusia dilihat sebagai seusuatu yang baik
dalam dirinya, sedangkan penderitaan dan sakit adalah buruk dalam dirinya.
• Deontologisme (Yunani: deon+logos) = ilmu tentang kewajiban moral). Adalah etika
kewajiban yang didasarkan pada intuisi manusia tentang prinsip-prinsip moral.
Deontologisme Etis: berpendirian bahwa sesuatu tindakan dianggap
baik tanpa disangkutkan dengan nilai kebaikan suatu hal. Yang menjadi dasar
moralitas adalah kewajiban.
• Etika situasi: kebenaran
suatu tindakan ditemukan dalam situasi konkret individual atau bagaimana
situasi itu mempengaruhi kesadaran individual.
PERBEDAAN ETIKA DAN MORAL
• Etika berasal dari
bahasa Yunani “ethos,” artinya adat kebiasaan, (jamaknya “ta etha”),.
Moral berasal dari bahasa Latin “mos,” artinya adat kebiasaan (jamaknya
“mores”). Jadi, keduanya memiliki kesamaan arti. Hanya asal bahasanya yang
berbeda.
• Ada sedikit perbedaan
dalam penggunaannya sehari-hari: moral/moralitas digunakan untuk perbuatan
yang sedang dinilai; etika digunakan untuk pengkajian sistem nilai-nilai
yang ada.
AMORAL DAN IMORAL
• Kamus Umum Bahasa Indonesia (Poerwadarminta):
Tidak terdapat kata “amoral” ataupun
“immoral”.
• Kamus Besar Bahasa Indonesia:
“Amoral” dijelaskan sebagai “tidak bermoral, tidak berakhlak”
(contoh: “Memeras para pensiunan adalah tindakan amoral”); tidak terdapat kata
“immoral”.
Concise Oxford
Dictionary:
• Amoral
= “unconcerned with, out of the
sphere of moral, non moral”.
• Immoral
= “opposed to morality; morally evil”
Amoral:
• “tidak berhubungan dengan konteks moral”
• “di luar suasana etis”
• “non-moral”
Immoral:
• “bertentangan dengan
moralitas yang baik”
• “secara moral buruk”
• “tidak etis”
PERBEDAAN ETIKA DAN ETIKET
• Etiket menyangkut “cara” suatu perbuatan harus dilakukan. Etika tidak terbatas pada cara dilakukannya suatu perbuatan; etika
memberi norma tentang “perbuatan itu sendiri”.
• Etiket hanya berlaku dalam pergaulan; etika
tidak tergantung pada hadir tidaknya orang lain.
• Etiket bersifat
relatif; etika jauh lebih bersifat absolut.
• Etiket hanya memandang
manusia dari segi lahiriah saja; etika menyangkut manusia dari segi dalam.
Perbedaannya
ETIKA DAN ETIKET menurut Bertens
ETIKA
|
ETIKET
|
1.
Menetapkan norma perbuatan,
apakah boleh dilakukan atau
tidak, misal: masuk rumah orang
lain tanpa izin.
|
1.
Menetapkan cara melakukan
perbuatan, menunjukkan cara
yang tepat, baik, dan benar
sesuai dengan yang diharapkan
|
2. Berlaku
tidak bergantung pada
ada tidaknya orang lain, misal
larangan
mencuri selalu berlaku,
baik ada atau tidak orang lain.
|
2. Berlaku
hanya dalam pergaulan,
jika tidak ada orang lain etiket
tidak berlaku.
|
3.
Bersifat absolut, tidak dapat
ditawar-tawar, misal: jangan
mencuri, jangan membunuh
|
3.
Bersifat relatif, dianggap tidak
sopan dalam suatu kebudayaan
dapat dianggap sopan dalam
kebudayaan lain.
|
4.
Memandang manusia dari segi
dalam <batiniah>
|
4.
Memandang manusia dari segi
luar <lahiriah>
|
BEDA ETIKA DAN HUKUM
• Hukum lebih
dikodifikasi daripada etika; etika tidak dikodifikasi.
• Hukum membatasi diri
pada tingkah laku lahiriah saja; etika menyangkut juga sikap batin seseorang.
• Sanksi yang berkaitan
dengan hukum berlainan dengan sanksi yang berkaitan dengan etika (sanksi hukum
bisa dipaksakan, etika tidak bisa dipaksakan).
• Hukum didasarkan pada
kehendak masyarakat dan akhirnya atas kehendak negara; etika melebihi para
individu dan masyarakat.
BEDA ETIKA DAN AGAMA
Etika sebagai cabang
filsafat bertitik tolak pada akal pikiran, bukan agama. Etika mendasarkan diri
hanya pada argumentasi rasional. Agama bertitik tolak dari wahyu Tuhan melalui
Kitab Suci.
PERSOALAN-PERSOALAN DALAM
PRAKTEK ETIKA:
a. Apa yg dimaksud “baik” atau “buruk” secara
moral.
b. Apa syarat2 sesuatu perbuatan dikatakan baik
secara moral?
c. Bagaimana hubungan antara kebebasan kehendak
dengan perbuatan susila.
d. Apa yg dimaksud kesadaran moral?
e. Bagaimana peranan hati nurani dalam setiap
perbuatan manusia?
f. Bagaimana pertimbangan moral berbeda dari dalam
bergantung pada suatu pertimbangan yang bukan moral.
(Sumber : Slide Power Point Pak Carolus dan Pak Bonar pd pertemuan 6)
(Sumber : Slide Power Point Pak Carolus dan Pak Bonar pd pertemuan 6)












8 komentar:
nice post tinnnnn. clear bangett.. 89 untuk kamuuu
Makasih siscaaa :)
blognya luvu dan menarik 90 ya
design blog lucu banget dan dari segi materi sudah bagus dan rapi, 90 ya :)
Blognya isinya lengkap kasih 85 ya heheeh
waahh baguss.. 90 yaa :)
wuhuuu , ini postingan terpanjang ya ;) . 90 untuk kamu buu , lengkap banget dah ah
Menarikkk blognyaa, ada foto foto lucu jg jadi ga ngebosenin gue kasih nilai 89
Posting Komentar