RSS

Ini Jurnalku Mana Jurnalmu?

Hai teman-teman.. Ini contoh tugas jurnalku, mana jurnalmu?
Semoga membantu ya.. :)
Agresi Anak yang Tinggal Dalam Keluarga dengan Kekerasan Rumah Tangga
Subjek : Seorang anak perempuan (10 tahun) yang duduk di sekolah dasar di daerah Pisangan Timur
Metode Penelitian : Melakukan observasi langsung – non partisipan, wawancara dengan menggunakan pedoman umum, merekam segala kegiatan, significant order atau mewawancarai lebih dari satu subjek yang dianggap memiliki sudut pandang berbeda.
ANOTASI JURNAL
I.    KONSTRUKSI TEORI
Judul Jurnal : Agresi Anak yang Tinggal Dalam Keluarga dengan Kekerasan Rumah Tangga
Konstruksi/Istilah Psikologi :
a.    Kekerasan secara umum dapat didefinisikan sebagai suatu tindakan yang dimiliki seseorang untuk melukai atau merusak benda milik korbannya. Termasuk di dalamnya segala bentuk ancaman, penggunaan kata-kata kasar, ataupun segala sesuatu yang mengakibatkan penderitaan bagi korbannya (dalam Su’adah, 2005)
b.    Menurut Davies (1994) kekerasan dalam rumah tangga adalah suatu bentuk kekerasan fisik maupun mental yang dilakukan oleh pria terhadap pasangannya atau istrinya yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan baik secara fisik, seksual, psikologis, atau penelataraan dalam rumah tangga.
c.    Menurut Gelles (dalam Newberger, 1982) kekerasan dalam rumah tangga adalah kondisi klinis dimana anak mengalami kekerasan dengan sengaja melalui verbal seperti penggunaan kata-kata kasar dan non verbal seperti penyerangan fisik oleh keluarga atau orang terdekat dari anak tersebut.
d.    Dalam Su’adah (2005) adanya 5 kategori bentuk kekerasan dalam rumah tangga :
·         Kekerasan fisik : berakibat langsung (memar-memar di tubuh atau goresan-goresan luka)
·         Kekerasan emoional atau psikologis : tidak menimbulkan akibat langsung tapi dampaknya bisa sangat memutus-asakan apabila berulang-ulang
·         Kekerasan seksual : tempat kejadiannya yang sangat tersembunyi, yaitu dalam hubungan seksual antar suami istri
·         Kekerasan ekonomi : seperti menjual atau memaksa istri bekerja sebagai pelacur, menghambur-hamburkan penghasilan istri, dll
·         Kekerasan sosial : seperti membatasi pergaulan istri dimana ia dilarang untuk mengikuti kegiatan di luar rumah
e.    Faktor-faktor terjadinya kekerasan dalam rumah tangga menurut Scanzoni  (dalam Su’adah, 2005) adalah faktor masyarakat, faktor keluarga, dan faktor individu.
f.     Agresi menurut Baron (dalam Koeswara, 1988) adalah tingkah laku individu yang ditunjukkan untuk melukai atau mencelakakan individu lain yang tidak menginginkan
g.    Menurut Moore & Fine (dalam Koeswara, 1988) agresi adalah tingkah laku kekerasan secara fisik seperti memukul atau secara verbal berupa penggunaan kata-kata kasar terhadap individu lainatau terhadap objek
h.    Perilaku yang mempengaruhi perilaku agresi menurut Sears dkk (1994), diantaranya : proses belajar, penguatan (reinforcement), dan imitasi.
Dalam penelitian ini subjek mengalami kekerasan fisik yang disebabkan oleh ayahnya yang sering memukul, berkata kasar, melempar dengan suatu barang, bahkan ibu subjek sering ditampar atau dilempar sesuatu.  Sehingga terjadinya perilaku agresi anak karena faktor yang mempengaruhinya dengan mencontoh perilaku orang dewasa di sekitarnya  (berbicara kasar, memukul, melempar, dan hal negatif lainnya).
TEORI PENGETAHUAN
·         Metode Korespondensi : Berdasarkan hasil penelitian, seorang anak berperilaku agresi di lingkungan sekitarnya karena ia tinggal dalam keluarga dengan kekerasan rumah tangga dimana subjek suka berperilaku agresi verbal dan agresi fisik dikala ia dewasa hal ini karena faktor belajar, dimana subjek melakukan imitasi atau meniru hal yang ia lihat dari kehidupan sehari-hari.
·         Metode Koherensi : Mendapatkan kekerasan fisik yang berlebihan dalam rumah tangga dapat merusak mental anak tersebut dan berdampak pada kehidupan ia dikala dewasa.
·         Metode Paradigmatis : Anak yang sering mengalami perlakuan tidak wajar atau kekerasan dalam rumah tangga akan belajar dari apa yang mereka alami, kemudian mereka akan melakukan imitasi atau meniru dari hasil yang ia lihat dari kehidupan sehari-hari.

II.   KONFIRMASI
Jurnal yang dianotasikan menggunakan metode penelitian kualitatif, maka penelitian ini termasuk konfirmasi kualitatif :
Ø  Meneliti menggunakan metode observasi langsung – non partisipan dimana peneliti secara langsung mengamati dalam kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh subjek yang diteliti walaupun begitu peneliti tidak melakukan atau ikut berperan dalam keseharian subjek ketika diamati (non partisipan)
Ø  Wawancara yang terbagi menjadi tiga, yaitu
a.    Wawancara konservasional yang informal
b.    Wawancara dengan pedoman umum
c.    Wawancara dengan pedoman standar terbuka
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan tipe wawancara dengan menggunakan pedoman umum.
Ø  Peneliti menggunakan beberapa alat bantu dalam mengumpulkan data penelitian, seperti alat perekam dan alat tulis (pulpen, pensil, dan kertas untuk mencatat observasi)
Ø  Penelitian ini menggunakan teknik pemeriksaan dengan triangulasi yang memiliki empat macam sebagai teknik pemeriksaan untuk mencapai keabsahan, yaitu :
a.    Triangulasi Data
Menggunakan berbagai sumber data seperti hasil wawancara, hasil observasi, data sekunder, significant other, atau dengan mewawancarai lebih dari satu subjek yang dianggap memiliki sudut pandang berbeda.
b.    Triangulasi Pengamat
Adanya pengamat diluar peneliti yang turut memeriksa hasil pengumpulan data. Dalam penelitian ini, dosen pembimbing bertindak sebagai pengamat (expert judgement) yang memberikan masukan terhadap hasil pengumpulan data.
c.    Triangulasi Teori
Penggunaan berbagai teori, telah dijelaskan yaitu berbagai teori tentang kekerasan dalam rumah tangga dan perilaku agresi sebagaimana teori ini telah dijelaskan pada bab II untuk digunakan dan menguji terkumpulnya data.
d.    Triangulasi Metode
Penggunaan berbagai metode untuk meneliti suatu hal seperti metode Analisis Intra Kasus (Within-Case), serta penggunaan metode observasi dan wawancara untuk mengumpulkan data.

III.    INFERENSI
  Penelitian menggunakan metode kualitatif, penelitian berangkat dari teori (dari hal umum) ke fenomena-fenoma atau fakta yang terjadi (ke khusus). Metode penarikan kesimpulan yang digunakan penelitian ini adalah metode deduktif.secara langsung. Bahwa penarikan kesimpulan (konklusi) hanya dari sebuah premis (pernyataan).

Kesimpulan : Adanya kekerasan dalam rumah tangga antara lain kekerasan fisik yang dialami subjek oleh ayahnya seperti dipukul, dilempari, dikatai dengan omongan kasar, dsb. Sehingga memicu perilaku agresi pada anak yang tinggal dalam keluarga dengan kekerasan rumah tangga yaitu subjek suka berperilaku agresi verbal (berbicara kasar saat ia kesal) dan agresi fisik (memukul) hal tersebut dikarenakan faktor belajar, maka subjek melakukan imitasi atau meniru hasil yang ia lihat dari kehidupan sehari-hari.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

6 komentar:

Khansa mengatakan...

nanti aku juga pos jurnal nya

Unknown mengatakan...

Wooo binar woooo wakaka okee bin, ditunggu :*

Unknown mengatakan...

hahahaha jurnal ku akan menyusul :p 88 deh post nya kamuuu heheh

Unknown mengatakan...

Hahhaa makasih sisca, ditunggu :p

Unknown mengatakan...

Wihh .. blognya kewrenn . Sangat menarik untuk dibaca , penuh dengan warna-warna . Isinya juga lengkap . 90 untuk kamu tinaa . Selamat yaa! :D

Unknown mengatakan...

ditingkatkan terus ya, 90 nilainya

Posting Komentar