Halo Pak Bonar dan teman-teman sekalian, saya disini akan menyatakan pendapat saya mengenai manusia itu sebenarnya memiliki kebebasan atau tidak ya?
Jadi menurut pendapat saya, manusia itu memiliki kebebasan. Diri manusia adalah kebebasan itu sendiri. Bahwa manusia dapat didefinisikan sebagai kebebasan. Kebebasan berarti menentukan sebuah pilihan dari sekian banyak pilihan yang lain. Manusia pada dasarnya bebas untuk mengadakan suatu pilihan atas jalan hidupnya sendiri tanpa harus didikte oleh orang lain. Namun, kebebasan bukan berarti ”lepas sama sekali” dari kewajiban dan beban, tetapi sesuatu yang erat kaitannya dengan tanggung jawab dan tidak bisa dipisahkan.
Jadi menurut pendapat saya, manusia itu memiliki kebebasan. Diri manusia adalah kebebasan itu sendiri. Bahwa manusia dapat didefinisikan sebagai kebebasan. Kebebasan berarti menentukan sebuah pilihan dari sekian banyak pilihan yang lain. Manusia pada dasarnya bebas untuk mengadakan suatu pilihan atas jalan hidupnya sendiri tanpa harus didikte oleh orang lain. Namun, kebebasan bukan berarti ”lepas sama sekali” dari kewajiban dan beban, tetapi sesuatu yang erat kaitannya dengan tanggung jawab dan tidak bisa dipisahkan.
Dengan demikian bahwa sebenarnya kebebasan
yang dimiliki oleh manusia itu juga mengandaikan adanya suatu tanggung jawab,
kebebasan menuntut adanya suatu tanggung jawab. Tanggung jawab melekat pada
kebebasan yang dimiliki oleh manusia. Ia menggagas kebebasan untuk menegaskan
idealismenya bahwa manusia adalah makhluk dimana eksistensinya mendahului
esensi, artinya manusia itu berada dulu baru ada. Konsep ini mengandaikan bahwa
manusia itu pada awalnya adalah kosong atau tidak memiliki apa-apa.
Kebebasan
manusia tampak saat ingin mengatakan “ya” atau “tidak” yang seutuhnya
bergantung pada manusia itu sendiri. Keputusan akhir ada dan ditentukan oleh
manusia itu sendiri bukan ditentukan oleh orang lain atau sesutu yang lain
diluar dirinya. Berarti kan kita tahu bahwa, keberadaannya (eksistensinya)
bergantung pada dirinya sendiri. Keputusan untuk mengatakan “tidak” atau “ya”
ini dapat ditentukan oleh manusia karena pada kenyataannya manusia dapat
membayangkan apa yang akan terjadi pada dirinya bila dihadapkan pada suatu
pilihan.
Selain
itu, setiap orang memiliki hak untuk berbuat,
berbicara dan berpikir apa saja, terserah pada hasrat dan kemauannya. Tetapi
terdapat “kode etik” tertentu yang
mengatur kebebasan tersebut. Kode etik itu bisa dilaksanakan secara suka rela
atau terpaksa. Kode etik adalah semacam aturan main untuk menghindari
kontroversi dan menjadi sebuah ruh kemutlakan manusiawi untuk bergerak.
Manusia memiliki kebebasan memilih dan memutuskan dan bersifat mutlak. Karena
inilah yang menjadi syarat bagi pengembangan dan pembangunan diri manusia.
Sedagkan kebebasan nampak dalam kenyataan bahwa manusia adalah bukan dirinya
sendiri melainkan selalu berada dalam situasi menjadi diri sendiri. Ia harus
menentukan untuk dirinya sendiri dan untuk seluruh umat manusia.
Konsekuensi logisnya
adalah semua hal dipandang relatif dan subjektif, tergantung kepada
individu masing-masing. Artinya semua tergantung perspektif masing-masing. Lalu
apakah kebebasannya terbatas
atau tidak? Kalau
menurut saya, tentu saja “terbatas”. Yaitu dibatasi oleh ukuran kebenarannya (mutlak) sendiri.
Maka kesimpulannya,
manusia itu memiliki kebebasan tapi tidak terlepas dengan yang namanya tanggung
jawab, kebebasan dalam hal memilih, memutuskan, serta memiliki keterbatasan.
Terima kasih :)









3 komentar:
blognya bagus lucu heheh gw kasih 87 ya hehee
waah bagus tin 90 ya
setuju...
saya kasih nilai 90 yaa,
oyaa visit my n comment ya,
litaseptiani.blogspot.com
Posting Komentar