RSS

Pertemuan 8 - Jumat, 26 September 2014

Apakah afektivitas itu? Lalu, Determinisme itu apa? Mari kita cari tahu!

Kekayaan dan kompleksitas afektivitas manusia
 o   Yg membedakan manusia dengan tumbuhan: afektivitasnya.

 o   Afektivitaslah yg membuat manusia ‘berada’ di dunia, berpartisipasi dg org lain. Afektifitaslah yg mendorong org untuk mencintai, mengabdi dan menjadi kreatif.

Bagaimana disposisi afektif dasariah si subyek terhadap objeknya?
Seluruh kehidupan afektif berputar pd dua kutub yg bertentangan satu sama lain: mengarah pd obyek krn menyukainya, atau berpaling drnya krn menganggapnya buruk.
Cinta = buah afektivitas positif,
Benci= buah afektivitas negatif.
Sebenarnya cintalah yg paling dasariah.

Sikap mana yg diambil afektivitas berhadapan dengan objek?
Terhadap obyek yg dianggap berguna subyek mencintainya. Ini disebut cinta utilitaris/bermanfaat.

Bagaimana sikap subyek dpt ditentukan secara afektif oleh obyeknya?
Dibedakan ‘perasaan’ dan ‘emosi’. Kehidupan afektif memperlihatkan macam2 cara yg berbeda2 menurut bgm subyek menguasai obyek. Keadaan afektif yg berbeda2 ini disebut ‘hasrat-hasrat jiwa’ (Thomas Aquinas).
o   Meninjau ciri khas kebenaran afektivitas yg disebut ‘suasana hati.’ Org bersuasana hati baik: bila semua kemampuan bekerja dg baik.

Apa yg bukan perbuatan afektif?
Cinta membuktikan diri dlm perbuatan-perbuatan. Cinta mendahului perbuatan-perbuatan. Kerap afektivitas itu disamakan dengan kesanggupan merasa: Padahal kehidupan afektif bukan hanya menyangkut merasa saja, tapi juga menyangkut hal yg spiritual.

Apa yang merupakan perbuatan afektif?
Hidup afektif atau afektivitas=seluruh perbuatan afektif yg dilakukan subyek sehingga subyek ditarik oleh obyek atau sebaliknya.
Perbuatan afektif beda dg ‘perbuatan mengenal’ krn perbuatan afektif itu lebih pasif, sedangkan pada ‘perbuatan mengenal’ subyek membuka diri pd obyek.

Bagaimana dengan kondisi afektivitas manusia?
Agar ada afektivitas, perlu suatu ikatan kesamaan antara subyek dan obyek perbuatan afektifnya.

Apakah kesenangan harus dicurigai?
Saya hidup dibawah ‘cara afektif’ kesenangan, bila sy sungguh bersatu dlm perasaan dan pikiran dengan apa yg baik bagi saya. Kesenangan=perasaan yg dialami subyek bila dia dihinggapi oleh keadaan berada lebih baik.

Catatan tentang cinta akan diri sendiri, sesama dan Tuhan
      Org sering menganggap cinta diri sendiri adalah egoisme, maka tidak baik. Padahal cinta akan diri sendiri dapat ditemukan pada orang yang sanggup mencintai org lain dg sungguh2.
      Jika kita mencintai Tuhan dg seluruh jiwa/hati, tdkkah itu sama dg mengasingkan diri dr diri sendiri? Tidak. Tuhan tdk melawan kita. Ia transenden dan imanen. St. Agustinus: Tuhan adalah pokok pangkal kepribadian kita masing2. Ia = dasar dlm mana semua manusia saling berkomunikasi. Makin sy mendekati org lain, makin saya mendekati Tuhan.

Sesi 2
Jiwa dan kebebasan

¡  Eksistensi jiwa dalam tubuh memampukan manusia untuk menghadirkan diri secara total di dunia dan memungkinkan manusia menentukan perbuatannya
¡  Kebebasan itu mendasar bagi manusia dan merupakan penting humanism
Sejarah manusia merupakan sejarah perjuangan kebebasan”
(Erich Fromm, The Fear of Freedom, 1960)
Artinya, kebebasan menjadi bagian tak terpisahkan dari eksistensi manusia

PANDANGAN DETERMINISME

}  Determinisme: aliran yang menolak kebebasan sebagai kenyataan hidup bagi manusia. Setiap peristiwa, termasuk tindakan dan keputusan manusia disebabkan oleh peristiwa-peristiwa lainnya.
}  Seluruh kegiatan manusia di dunia berjalan menurut keharusan yang bersifat deterministik
a.    Determinisme fisik-biologis
b.    Determinisme psikologis
c.     Determinisme sosial
d.    Determinisme teologis

Kebebasan sebagai eksistensi manusia

}  Kelemahan determinisme:
      Menyangkal sifat multidimensional dan paradoksal manusia (paradoks tidak meniadakan kebebasan juga keharusan, bukan?)
      Menyangkal bahwa manusia selalu melakukan evaluasi dan penilaian terhadap tindakannya
      Menafikan adanya tanggung jawab (tak relevan menuntut tanggung jawab atas kesalahan, bukan?)

Kebebasan sebagai bagian eksistensi manusia, apa argumennya?

}  Manusia hidup dalam “kemungkinan dapat”/berhadapan dengan pilihan berbeda bobot
}  Adanya tanggung jawab (bagaimana kehidupan berjalan teratur tanpa adanya tanggung jawab?)
}  Makna perbuatan moral ada pada kebebasan (bnd. Pandangan Immanuel Kant tentang kebebasan dan kehidupan moral)

Apa arti kebebasan?
}  Kebebasan negatif tidak ada hambatan (tidak ada paksaan, tidak ada hambatan, tidak ada halangan, tidak ada aturan). Tapi ini bukan kebebasan eksistensial
}  Pengertian khusus/kebebasan eksistensial
      Penyempurnaan diri (ingat filsafat proses Whitehead?)
      Kesanggupan memilih dan memutuskan
      Kemampuan mengungkapkan berbagai dimensi kemanusiaan (kebebasan/hak-hak dasar seperti ditegaskan Franz Magnis-Suseno)

Jenis-jenis kebebasan

}  Kebebasan horizontal (berkaitan dengan kesenangan dan kesukaan, bersifat spontan, semata pertimbangan intelektual) dan kebebasan vertikal (pilihan moral, pertimbangan tujuan, tingkatan nilai)

}  Kebebasan eksistensial (kebebasan positif, lambang martabat manusia) dan kebebasan sosial (terkait dengan orang lain, kebebasan)

}  Nilai humanistik dalam kebebasan eksistensial
a.    Melibatkan pertimbangan
b.    Mengedepankan nilai kebaikan
c.     Menghidupkan otonomi
d.    Menyertakan tanggung jawab
}  Kebebasan sosial dibatasi dalam hal fisik, psikis dan normatif

4 alasan adanya pembatasan kebebasan sosial:

1)                Menyertakan pengertian
2)                Memberi ruang bagi kebebasan eksistensial
3)                Menjamin pelaksanaan keadilan bagi masyarakat
4)                Terkait dengan hakikat manusia sebagai mahkhluk sosial

SEJARAH PERKEMBANGAN MASALAH KEBEBASAN

¢ Filsafat Yunani tidak memberikan jawaban yang memuaskan atas masalah kebebasan karena…
  Adanya pandangan bahwa semua hal berada di bawah “nasib”, “kehendak mutlak” yang mengatasi manusia dan para dewasa, yang secara sadar atau tidak sadar menentukan tindakan. Jadi, tak ada pertanggungjawaban manusia atas tindakannya
  Menurut pemikiran Yunani, manusia adalah bagian alam maka harus mengikuti hukum umum yang mengaturnya
  Manusia terpengaruh oleh sejarah yang bergerak secara siklis

 ¢ Zaman abad pertengahan, masalah kebebasan dilihat dalam perspektif teosentrik

 ¢ Zaman modern, perspektif teosentrik digantikan oleh perspektif antroposentrik

 ¢ Era kontemporer (pascamodern?), kebebasan dipermasalahkan dari sudut pandang sosial


 ¢ Kebebasan dalam pemikiran Timur cenderung dilihat sebagai pembebasan dari kendala keinginan egoistik dan dari kecemasan untuk mencapai kesatuan dan pengendalian diri.

(Sumber : Slide Power Point Pak ROT dan Pak Bonar pd pertemuan 8)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Pertemuan 7 - Kamis, 25 September 2014

Apa bedanya badan dan jiwa ya? Lalu, Monisme dan Dualisme itu apa?
Hmm.. Mari kita cari tahu disini. Enjoy!

Ø Badan dan jiwa = satu kesatuan yg membentuk pribadi manusia. Kesatuan keduanya membentuk keutuhan pribadi manusia.

Bagaimana mengerti badan dan jiwa? Bagaimana peranan masing2 dlm membentuk eksistensi manusia?
Ø Pembahasan :
1)   dua aliran yg melihat badan dan jiwa scr bertolak belakang: monisme dan dualisme.
2)   Tanggapan thdp kedua aliran.
3)   Pengertian dan hakekat badan dan jiwa.


MONISME

Ø Aliran yg menolak pandangan bhw badan dan jiwa merupakan dua unsur yg terpisah. Badan dan jiwa adalah satu substansi. Keduanya satu kesatuan yg membentuk pribadi manusia.
Ø Tiga bentuk aliran ini:

    a.  Materialisme :
Menempatkan materi sbg dasar bagi sgala hal yg ada (fisikalisme). Manusia juga bersumber pd materi. Manusia tdk pernah melampaui potensi jasmaninya. Jiwa tdk punya eksistensi sendiri. Jiwa bersumber dr materi. 
Eksistensi jiwa bersifat kronologis (hasil hub sebab akibat). Reduksi humanitas pd dimensi fisik punya implikasi negatif pd penilaian atas aktivitas mental.

   b.   Teori identitas :
menekankan hal berbeda dr materialisme, tp mengakui aktivitas mental manusia.
Ini menjadi ciri khas manusia. Letak perbedaan jiwa dan badan hanya pd arti bukan referensi. Badan dan jiwa merupakan dua elemen yg sama.

  c.   Idealisme :
Ada hal yg tdk dpt diterangkan semata berdasarkan materi, spt pengalaman, nilai dan makna.
Itu hanya punya arti bila dihubungkan dg sesuatu yg imaterial yaitu jiwa.
Rene Descartes dengan cogito ergo sumnya menjadi peletak dasar dr idealisme.



DUALISME

Ø Badan dan jiwa adalah dua elemen yg berbeda dan terpisah. Perbedaannya ada dlm pengertian dan objek.
Ø Empat cabang:
1) Interaksionisme = fokus pd hubungan timbal balik antara badan dan jiwa. Peristiwa mental bs menyebabkan peristiwa badani dan sebaliknya.

2) Okkasionalisme = memasukkan dimensi ilahi dlm membicarakan hub badan dan jiwa. Hub peristiwa mental dan fisik bisa terjadi dengan campur tangan ilahi.

3) Paralelisme = sistem kejadian ragawi terdapat di alam, sedangkan sistem kejadian kejiwaan ada pd jiwa manusia. Dlm diri manusia ada dua peristiwa yg berjalan seiring yaitu peristiwa mental dan fisik, namun satu tdk jd sumber bagi lainnya.

4) Epifenomenalisme = melihat hub jiwa dan badan dari fungsi syaraf. Satu2nya unsur utk menyelidiki proses kejiwaan adalah syaraf.

TANGGAPAN SINGKAT

1)    Pandangan monisme bertentangan dg hakekat manusia sesungguhnya. Plato berkata, badan dan jiwa punya sifat yg berbeda. Badan sementara, jiwa abadi.
Kelemahan materialisme= tidak bisa melihat bahwa pengalaman bersifat personal.
2)      Pandangan dualisme, khususnya paralelisme yg mengatakan badan jiwa dua hal yg terpisah, tdk terkait, sulit diterima. Perbuatan baik muncul dr niat yang baik. Manusia adalah makhluk rohani dan jasmani sekaligus.

BADAN MANUSIA

Ø Badan = elemen mendasar dlm membentuk pribadi manusia. Apa pengertian badan?

Ø Pandangan tradisional, badan = kumpulan berbagai entitas material yg membentuk makhluk. Mekanisme gerakan badan bersifat mekanistik. Pandangan ini tdk memberikan pandangan utuh ttg manusia. Badan hrs dimengerti melebihi dimensi fisik. Badan menyangkut keakuan. Membicarakan tubuh adalah membicarakan diri (Gabriel Marcel).

Ø Hakekat badan bukan pertama-tama terletak pd dimensi materialnya, tapi dlm seluruh aktivitas entitas yg terjadi dlm badan: tertawa, menangis, berjalan, lari, duduk, dll.

JIWA MANUSIA

Ø Jiwa harus dipahami sbg kompleksitas kegiatan mental manusia. Jiwa menyadarkan manusia siapa dirinya.

Ø James P Pratt menunjuk ada empat kemampuan dasar jiwa manusia.
1)   Menghasilkan kualitas penginderaan.
2)   Mampu menghasilkan makna yg berasal dr pengeinderaan khusus.
3)   Mampu memberi tanggapan thdp hasil penginderaan.
4)   Memberi tanggapan pd proses yg terjadi dlm pikiran demi kebaikan.

  Ø Agustinus: manusia hanya bisa melakukan penilaian terhadap       tindakannya karena dorongan dr jiwa.


KESIMPULAN: Realitas manusiawi – realitas prinsipial terbentuk dr dua elemen, yaitu material dan spiritual. Badan dan jiwa = satu kesatuan yg membentuk eksitensi manusia. Jiwa tdk bisa berfungsi baik  kalau tdk ada badan. Badan manusia bukan mekanistik, tapi dinamika dari jiwa itu sendiri.

(Sumber : Slide Power Point Pak ROT pd pertemuan 7)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS